KECERDASAN ANAK TUNAGRAHITA

Selama ini fokus pembelajaran guru adalah mengasah kecerdasan akademik. Seorang guru untuk anak tunagrahita akan merasa bangga dan berhasil mengajar, jika sang guru melihat perkembangan akademik sang anak. Tidak salah dengan apa yang dirasakan sang guru, sebab ia mendapat tuntutan yang berat dari para orang tua. Tidak dipungkiri bagaimana tatapan dan harapan orang tua, yang mengharapkan putra/putri mereka memiliki nilai-nilai akademik yang bagus.

Lalu bagaimana dengan kecerdasan dan kemampuan lain yang diyakini pasti muatannya lebih besar dimiliki anak tunagrahita? Seluruh makhluk di bumi ini diciptakan sang pencipta dengan keseimbangan. Jika persentase kecerdasan akademik anak tunagrahita hanya 10 %, maka ia memiliki 90% kecerdasan lain yang selama ini belum atau mungkin tidak tersentuh sang guru. Bagaimana para guru dan orang tua bisa menemukan 90% kecerdasan lain yang dapat menentukan kesuksesan hidup anak tunagrahita dimasa akan datang.

Tentu saja Test IQ yang selalu disarankan pihak sekolah manakala anak tunagrahita masuk tidak bisa menjadi patokan utama dan menjadi standar yang kaku. Guru-guru di Sekolah Luar Biasa sepertinya perlu membekali diri untuk membuat instrumen atau assesmen yang dapat mengungkap 90% atau lebih bakat, kemampuan, dan kecerdasan lain yang dimiliki anak tunagrahita diluar IQ. Hingga apa yang diprogramkan sekolah bagi pendidikan anak tunagrahita benar-benar optimal.

Penulis: Irine Puspita (guru SLB Negeri Subang)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: