ALAT ADAPTIF KOMPUTER

Pendidikan luar biasa pada hakekatnya adalah pembelajaran yang dirancang untuk siswa yang memiliki kebutuhan pendidikan khusus (Taylor dan Sternberg, 1986 dalam Sunanto dan Suherman, 2007: 47). Dengan diberikan pelayanan pendidikan atau pengajaran optimal yang khusus diharapkan potensi mereka dapat berkembang secara optimal. Pendidikan luar biasa, dalam praktek pengajarannya selalu mempertimbangkan empat komponen utama, yaitu: (1) lingkungan fisik (physical environment); (2) prosedur pengajaran (teaching procedures); (3) materi/isi pelajaran (teaching content/materials); dan (4) penggunaan alat-alat adaptif (use of adaptive equipment).

Berkenaan dengan penggunaan alat-alat adaptif, ini menjadi menarik sebab fenomena yang muncul adalah banyaknya pilihan yang mungkin digunakan guru dalam pembelajaran. Hal ini sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta terjadinya perubahan paradigma dalam pendidikan. Namun disisi lain tersedianya pilihan tersebut menuntut kompetensi dalam memilih alat yang agar penggunaannya betul-betul membantu keberhasilan pembelajaran itu sendiri. Komputer merupakan salah satu alat dan sumber belajar yang saat ini mulai digunakan guru dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di kelas. Namun belum membudaya, karena banyaknya keterbatasan guru dalam mengoperasikan komputer.

Permasalahannya bagaimanakah penggunaan alat adaptif komputer dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran anak tunagrahita ringan ?

ALAT ADAPTIF KOMPUTER

Komputer pada saat ini, bukan lagi hal yang mahal dalam pendidikan. Sekolah Luar Biasa di Jawa Barat sudah mulai menganggarkan komputer sebagai salah satu perangkat yang harus dimiliki sekolah. Namun penggunaannya masih terbatas pada kegiatan ketata-usahaan. Dalam kegiatan pembelajaran, hanya sebagian kecil guru yang mampu mengoperasikannya.

Perangkat komputer mempunyai beberapa bagian. Ada tiga bagian, yaitu sistem unit, monitor, keyboard dan mouse. Setiap bagian mempunyai fungsi yang berbeda. Sistem unit disebut juga CPU yang memiliki fungsi mirip dengan otak manusia. CPU juga berfungsi sebagai pemroses atau prosesor. Monitor berbentuk seperti televisi. Melalui layar monitor dapat melihat hasil yang dikerjakan komputer. Keyboard seperti mesin tik yang memiliki banyak tombol angka, huruf, dan tombol-tombol khusus. Mouse dihubungkan dengan CPU melalui kabel atau sinar infra merah. Selain itu ada printer yang merupakan alat untuk mencetak hasil operasi Komputer.

PENGGUNAAN ALAT ADAPTIF KOMPUTER DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

Komputer disadari selain merupakan sarana untuk memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar yang kondusif sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Karena komputer dapat mendukung kepada pencapaian tujuan belajar yang telah ditetapkan. Dengan menggunakan komputer hasil belajar diyakini akan lebih baik.

Penggunaan komputer dalam pembelajaran dapat digunakan untuk semua mata pelajaran. Terutama pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Sains, Bahasa Inggris, Seni Lukis, dan lain-lain. Aplikasi dalam berbagai kepentingan pembelajaran anak tunagrahita menjadi sangat menarik. Penggunaan gambar, teknik operasi hitung, cerita yang ditampilkan melalui komputer pada anak tunagrahita dapat membantu memperjelas penyampaian pesan.

Penggunaan komputer sebagai alat adaptif dapat mempertinggi proses belajar mengajar. Manfaat dari penggunaan komputer menurut Sujana (2002: 2) adalah:

1. Pengajaran akan lebih menarik perhatian anak tunagrahita, sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar;

2. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih dipahami oleh anak tunagrahita, dan memungkinkan mereka menguasai tujuan pengajaran lebih baik;

3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga anak tunagrahita tidak bosen dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengajar untuk setiap jam pelajaran;

4. Anak tunagrahita lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.

Kedudukan alat adaptif komputer sebagai salah satu upaya mempertinggi proses interaksi guru dan siswa dan interaksi siswa dengan lingkungan belajarnya. Interaksi siswa dan guru ini dapat terlihat dalam bagan 1 di bawah ini.

P B M

Output

Raw Input

Enviromental Input

Instrumental Input

Kompute

Bagan 1 nteraksi Siswa dan Guru Dalam Menggunakan Komputer

Raw input menunjukkan faktor-faktor yang terdapat dalam diri anak tunagrahita. Instrumental input menunjukkan kualifikasi serta kelengkapan sarana yang diperlukan untuk dapat berlangsungnya proses belajar mengajar, perannya sebagai facilitative factors. Salah satu perangkat Instrumental input adalah komputer. Environmental input menunjukkan situasi dan keadaan fisik (sekolah, iklim, budaya, letak sekolah, dan sebagainya) yang mungkin sebagai faktor penunjang atau penghambat. Output merupakan tingkat kualifikasi pencapaian hasil belajar yang diharapkan.

Mengingat penggunaan komputer yang sesuai akan memudahkan dalam penyampaian materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa. Oleh karenanya guru dituntut untuk dapat menggunakan komputer untuk menyampaikan materi, disamping kemampuan guru di dalam memahami karakteristik, potensi, dan kebutuhan siswa.

Sebuah contoh kegiatan dalam pembelajaran menggunakan alat adaptif komputer adalah penerapan pembelajaran matematika pada anak tunagrahita ringan tingkat SMPLB. Dengan tahap-tahap sebagai berikut:

1. Menentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan dipergunakan (Contoh: bangun datar)

2. Menyusun Silabus dan Rencana Pembelajaran.

3. Melaksanakan proses pembelajaran secara berurutan dari kegiatan awal sampai pada kegiatan inti.

4. Selama melangsungkan kegiatan inti, guru dapat memberikan tugas membuat bangun datar menggunakan komputer.

5. Guru menginformasikan tahapan-tahapan penggunaan komputer dan cara mengoperasikannya dalam membuat bangun datar, cara memberi warna, dan cara mencetak hasil.

6. Program-program yang harus diingat oleh siswa diulang-ulang penggunaannya melalui pengawasan guru.

7. Guru melakukan kegiatan akhir berupa pemberian tugas lisan.

Melalui kegiatan yang riang dan rileks, anak tunagrahita akan lebih mudah menyerap materi pelajaran yang disampaikan guru.

Dunia pendidikan luar biasa seyogyanya memanfaatkan perkembangan teknologi komputer untuk meningkatkan kualitas pembelajaran anak tunagrahita. Pendekatan adaptif pada penggunaan komputer sangat relevan, mengingat pada prinsipnya komputer dihadirkan untuk mempermudah proses belajar. Mengingat penggunaan komputer yang sesuai akan memudahkan dalam penyampaian materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa. Oleh karenanya guru dituntut untuk dapat menggunakan komputer untuk menyampaikan materi, disamping kemampuan guru di dalam memahami karakteristik, potensi, dan kebutuhan siswa. Anak tunagrahita dengan berbagai keterbatasannya mempunyai kemampuan untuk dididik dan dilatih. Termasuk kebiasaan di dalam memanfaatkan teknologi komputer dalam pembelajaran.

Agar penggunaan alat adaptif komputer ini dapat dilaksanakan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran anak tunagrahita, maka:

1. Perlunya dibangun kerja sama dengan tenaga ahli bidang komputer agar guru dapat terus menimba ilmu.

2. Adanya motivasi dari dalam diri guru untuk memiliki kompetensi bidang teknologi.

3. Membudayakan pembelajaran yang berbasis teknologi, sehingga anak tunagrahita tidak ‘gaptek’ (gagap teknologi).

4. Memanfaatkan teknologi komputer yang ada di SLB sebagai media dan sumber belajar di kelas.

5. Menumbuhkan rasa keingintahuan dan rasa ingin selalu belajar pada diri anak tunagrahita, sehingga mereka mudah menyerap materi pembelajaran.

Sumber Bacaan:

Buono, Agus dkk. (2004). Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Sekolah Dasar Kelas 1. Jakarta: PT. Widya Utama.

Rusyan, A. Tabrani, dkk. (1994). Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sujana, Nana dan Ahmad Rivai. (2002). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Sunanto, Juang dan Yuyus Suherman. (2007). Penggunaan Teknologi Adaptif Untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Luar Biasa. Bandung: UPI Jurnal Ilmu Pendidikan Pedagogia Volume 5, Nomor 1, April 2007.

Penulis:

Yuni Kusmayanti (Guru SPLB – C Cipaganti Kota Bandung)

Irine Puspita (guru SLBN Subang)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: