Laporan Proyek Inovasi Sekolah

1. Tindakan yang dilakukan adalah: mengajak dua orang guru untuk membiasakan diri merumuskan tujuan di awal pembelajaran.

2. Hasil yang dicapai coach:

a. Guru mampu mengungkapkan kesulitan-kesulitan yang dirasakan dalam membiasakan diri merumuskan pembelajaran di awal pembelajaran, yaitu:

1) Dari sisi siswa:

a) Kondisi siswa dengan keragaman motivasi belajar setiap hari.

b) Suasana hati siswa yang tidak terduga.

c) Keaktifan siswa pada awal masuk kelas.

2) Dari sisi guru:

a) Fokus pikiran pada saat tiba di sekolah.

b) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang dibuat hanya untuk memenuhi tugas administrasi.

c) Tujuan pembelajaran yang dilaksanakan setiap hari, sering tidak sesuai dengan RPP.

d)Pencapaian RPP setiap tahun berkisar anatar 40% – 50%.

e) RPP yang telah disusun, pelaksanaannya disesuaikan dengan suasana hati dan motivasi belajar siswa.

f) Rumusan tujuan sering berubah-ubah atau sering keluar dari RPP yang telah disusun.

b. Guru mampu mendiskusikan kelemahan diri sendiri dan mengakui kelemahan diri.

c. Guru mampu mengungkapkan ide, tindakan apa yang mesti dilakukan, yaitu:

1) Sesegera mungkin memilih tujuan pembelajaran yang diminati siswa.

2) Menyampaikan tujuan secara lisan kepada siswa atau menuliskan tujuan pembelajaran pada buku siswa, pada saa siswa mulai terkendali.

3) Guru memberikan masukan untuk membuat catatan kecil tentang perkembangan siswa setiap hari. Baik berkaitan tentang perkembangan akademik, emosi, kesehatan, aktivitas kelas, atau peristiwa-peristiwa yang dialami siswa.

d. Guru mampu berkomitmen untuk melaksanakan solusi, dengan membuat catatan kecil. Catatan kecil ini menjadi dasar guru untuk menentukan tujuan pembelajaran pada hari berikutnya.

3. Kendala yang dirasakan adalah:

a. Dari sisi guru (coachee):

1) Meluangkan waktu untuk mencatat perkembangan siswa tiap hari.

2) Fokus pikiran terpecah pada tugas-tugas pribadi berkaitan dengan peningkatan kualifikasi pendidikan.

b. Dari sisi coach:

1) Meluangkan waktu untuk melakukan diskusi secara rutin.

2) Hanya mampu mengevaluasi kelas yang terdekat.

3) Memancing guru untuk tidak merasa bersalah pada saat mengungkapkan kelemahan diri.

4) Merasa tidak enak hati, jika harus terus menerus membebani guru dengan tugas-tugas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: