PROYEK INOVASI SEKOLAH

MERUMUSKAN TUJUAN PEMBELAJARAN DI AWAL KEGIATAN PEMBELAJARAN

SLB Negeri Subang merupakan salah satu SLB negeri di Kabupaten Subang yang juga merupakan SLB inti, terletak di Jalan Trubus (Belakang Kelurahan Karang Anyar) Kecamatan Subang – Kabupaten Subang, Jawa Barat – Indonesia. Pada saat ini SLB Negeri Subang memiliki 23 orang guru dan 76 siswa berkebutuhan khusus. Jenjang pendidikan yang diselenggarakan adalah TKLB, SDLB, SMPLB, dan SMLB. Siswa berkebutuhan khusus yang mendapat pendidikan khusus di SLB Negeri Subang adalah tunanetra, tunarungu, tunagrahita ringan, tunagrahita sedang, dan autis.

Proyek inovasi sekolah yang direncanakan adalah “MERUMUSKAN TUJUAN PEMBELAJARAN DI AWAL KEGIATAN PEMBELAJARAN”. Proyek ini melibatkan dua orang guru putri pada kelas tunagrahita yang berbeda. Bentuk rencana tindakan yang dilaksanakan adalah:

A. TINDAKAN

Tindakan yang akan dilakukan coach adalah “Mengajak dua orang guru untuk membiasakan diri merumuskan tujuan diawal pembelajaran”. Dua orang guru yang dimaksud adalah:

1. Ibu Dini Suardini, S.Pd merupakan wali kelas Persiapan Awal TKLB untuk anak tunagrahita.

Ibu Dini membimbing tiga siswa (dua siswa laki-laki dan satu siswa perempuan). Ke-tiga siswa tunagrahita (Aji, Diki, dan Rifa) tersebut memiliki karakteristik dan tingkat daya serap yang berbeda. Berikut ini adalah gambaran ketiga siswa Ibu Dini secara umum.

a. Aji merupakan siswa down syndrome, yang kadang melakukan gerakan reflek yang sifatnya menyakiti teman. Ia siswa yang mudah diarahkan, tetapi untuk pembelajaran ia hanya mampu bertahan 10-15 menit mengikuti arahan guru.

b. Diki merupakan siswa tunagrahita sedang, yang sering tanpa sebab menangis. Dugaan guru hal tersebut hanya merupakan aksi yang bersifat mencari perhatian guru. Ia siswa yang senang bercerita tentang pengalamannya berkebun di ladang orang tuanya. Diki mudah mengenal teman-temannya dan mengenal nama-nama benda yang ada disekitarnya.

c. Rifa merupakan siswa tunagrahita ringan, ia siswa yang tenang. Ia memiliki reaksi yang tinggi terhadap seluruh aktivitas pembelajaran yang ia ikuti di kelas. Mudah diarahkan dalam pembelajaran. Ia sering menjadi korban kekerasan temannya, terutama pada saat bermain yang sifatnya berbagi permainan.

2. Ibu Dedah Jubaedah merupakan wali kelas D3 – SDLB untuk anak tunagrahita.

Ibu Dedah membimbing tiga siswa (dua siswa laki-laki dan satu siswa perempuan). Ke-tiga siswa (Dadi, Hayatullah, dan Citra) tersebut memiliki karakteristik dan tingkat daya serap yang berbeda. Berikut ini adalah gambaran ketiga siswa Ibu Dedah secara umum.

a. Dadi merupakan siswa tunagrahita ringan yang memiliki tubuh sangat subur dibandingkan teman-temannya. Sering diolok-olok teman-teman, karena bentuk tubuhnya. Ia senang dan bangga menjadi jagoan sekolah, tetapi mengancam teman-teman yang lemah. Kadang ia hadir sebagai penyelamat teman. Kepada guru ia sangat manja. Mudah mengikuti pembelajaran, mudah diarahkan dan sudah dapat memahami konsep sebuah materi pembelajaran, tetapi kadang ia sibuk dengan sifat jagoannya pada saat belajar. Terutama jika melihat teman yang memancing emosinya, sehingga guru harus sering mengingatkan sikapnya.

b. Hayatulla merupakan siswa tunagrahita sedang yang tampil begitu lemah dan takut. Sesuatu yang kadang kurang dipahami guru sering membuatnya minder dan menangis berjam-jam. Sehingga ia tidak belajar. Ia siswa yang penurut dan rajin datang ke sekolah. Mudah mengikuti pembelajaran dengan bimbingan dan perhatian guru yang lebih. Sudah dapat mencontoh huruf dan bilangan dengan bantuan kolom-kolom besar, ia belum dapat menulis rapi pada baris buku standar.

c. Citra merupakan siswa down syndrome, yang menyenangi keindahan (seperti gadis-gadis seusianya pada umumnya) dan mudah diarahkan dalam kegiatan seni. Pemberani dan ulet mencoba sesuatu. Mudah diarahkan dalam pembelajaran. Untuk konsep berhitung, ia masih membutuhkan latihan-latihan yang ekstra.

Kedua guru diajak coach untuk mengikuti proyek inovasi sekolah. Membiasakan diri merumuskan tujuan diawal pembelajaran merupakan tindakan yang diharapkan coach dapat dilakukan coachee. Tujuan pembelajaran disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku pada saat ini, yaitu kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).

Masing-masing coachee memiliki karakteristik kelas yang berbeda, walaupun keduanya membimbing siswa tunagrahita. Untuk itu coachee ingin mengungkapkan pandangan dan pendapat coachee tentang kegiatan “Membiasakan diri merumuskan tujuan diawal pembelajaran” melalui diskusi bersama. Sehingga permasalahan dan solusi tentang kegiatan “Membiasakan diri merumuskan tujuan diawal pembelajaran” dapat terungkap. Terungkapnya permasalahan dan munculnya solusi dari coachee juga dibarengi dengan usaha untuk menerapkan solusi dalam kegiatan ini.

B. HASIL

Hasil yang diharapkan dari proyek inovasi sekolah ini adalah:

1. Guru dapat menemukan masalah dalam merumuskan tujuan diawal pembelajaran dan kemampuan daya tangkap siswa luar biasa.

Masing-masing coachee memiliki bermasalahan yang berbeda di dalam menanggapi kegiatan ini. Berikut ini adalah hasil diskusi coach dengan coachee.

a. Ibu Dini hanya sanggup menyelenggarakan pembelajaran sesuai dengan rumusan tujaun pembelajaran selama 10-15 menit. Sesudah itu siswa ibu Dini harus segera dialihkan perhatiannya dengan kegiatan lain. Sebab, siswa-siswa Ibu Dini adalah siswa kelas persiapan yang masih memiliki aktivitas gerak yang tinggi di dalam kelas. Rumusan tujuan pembelajaran lebih sering dalam bentuk spontanitas kegiatan.

b. Ibu Dedah tidak mengalami kesulitan dalam kegiatan ini, sebab siswa-siswanya mudah diarahkan untuk mengikuti tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Pedoman kurikulum yang berlaku bisa diikuti berdasarkan kemampuan siswa. Hanya ada satu siswa yang membutuhkan bimbingan lebih untuk dapat mengikuti proses pembelajaran.

2. Guru dapat menemukan solusi dalam merumuskan tujuan diawal pembelajaran sesuai dengan kemampuan daya tangkap siswa luar biasa.

Coach meminta coachee memikirkan solusi tepat yang dapat mereka terapkan.

a. Ibu Dini ingin menerapkan model tematik dalam penjadwalan kegiatan pembelajarannya. Sehingga tiap rumusan pembelajaran disesuaikan dengan tema-tema yang sudah Ibu Dini tetapkan.

b. Ibu Dedah melakukan bimbingan tersendiri terhadap satu orang siswa yang harus membutuhkan perhatian lebih. Sehingga ia dapat mengikuti pembelajaran sesuai dengan rumusan diawal pembelajaran. Jika siswa masih mengalami kesulitan, maka materi pembelajaran untuk suatu rumusan pembelajaran yang telah ditetapkan diturunkan bobotnya hanya untuk satu siswa.

3. Guru mampu menerapkan rumusan tujuan diawal pembelajaran sesuai dengan kemampuan daya tangkap siswa luar biasa.

Terbiasanya dua guru dalam merumuskan tujuan dapat membantu guru untuk mengarahkan pembelajaran yang akan disampaikan. Guru tidak saja lebih terarah, tetapi lebih fokus di dalam menyampaikan materi pembelajaran. Hal lain yang diharapkan, adalah siswa dan guru dapat memiliki bayangan yang sama pada saat materi pelajaran disampaikan.

C. KRITERIA KEBERHASILAN

Kriteria keberhasilan yang diinginkan adalah: “Coachee dengan penuh keleluasaan untuk menemukan masalah, menemukan solusi, dan menerapkan rumusan tujuan diawal pembelajaran dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab”.

Merumuskan tujuan pembelajaran, bukan merupakan hal yang baru bagi guru. Tetapi siswa tidak pernah mengetahui apa yang menjadi tujuan pembelajaran pada tiap tatap muka proses pembelajaran. Dengan adanya kegiatan ini, dua orang guru yang terlibat dalam kegiatan proyek inovasi ini dapat menularkan kebiasaanya bagi guru-guru yang lain.

Kegiatan ini dinyatakan berhasil, jika guru dengan penuh keleluasaan dapat menemukan masalah, menemukan solusi, dan menerapkan rumusan tujuan diawal pembelajaran dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

D. PENGAWASAN DAN EVALUASI

Coach menjadwalkan kegiatan untuk melihat perkembangan dua orang guru dalam menerapkan solusi yang telah disepakati coachee. Dengan adanya penjadwalan kegiatan ini, guru akan merasa upaya yang dilakukan memperoleh penghargaan. Untuk itu, coach secara rutin melakukan pengawasan dan evaluasi langsung ke kelas masing-masing. Melalui kegiatan ini, coach dapat mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru dan apa yang dirasakan guru selama mengikuti proyek ini.

Bentuk pengawasan yang dilakukan coach adalah dengan mengunjungi kelas-kelas proyek sesuai jadwal tanpa bermaksud mengganggu jalannya proses pembelajaran.

Evaluasi dilakukan coach pada saat pembelajaran berakhir dengan adanya diskusi kecil bersama dengan dua orang guru.

E. JANGKA WAKTU

Pelaksanaan proyek inovasi ini dilakukan dengan penjadwalan sebagai berikut:

1. Bulan Bulan Nov 2007 (minggu ke-3) coach menjadwal ulang kegiatan coaching dengan 2 orang guru yang telah ditunjuk.

2. Bulan Nov 2007 (minggu ke-3) melaksanakan coaching dengan mengunjungi guru yang bersangkutan ke kelas masing-masing.

3. Bulan Nov 2007 (minggu ke-4) melakukan evauasi bersama di luar kelas untuk mendiskusikan tentang perkembangan pelaksanaan solusi.

4. Buan Desember dan seterusnya, secara rutin coach mengadakan diskusi setiap 2 minggu sekali.

JADWAL KEGIATAN

NO.

KEGIATAN

B U L A N

NOV 2007

DES 2007

JAN 2008

FEB 2008

MARET 2008

1

2

3

4

5

1

2

3

4

5

1

2

3

4

5

1

2

3

4

5

1

2

3

4

5

1.

Menjadwal ulang kegiatan coaching dengan 2 orang guru yang telah ditunjuk.

2.

Melaksanakan coaching dengan mengunjungi guru yang bersangkutan ke kelas masing-masing.

3.

Melakukan evauasi bersama di luar kelas untuk mendiskusikan tentang perkembangan pelaksanaan solusi.

4.

Mengadakan diskusi setiap 2 minggu sekali.

Keterangan:

: Waktu libur sekolah.

: Pelaksanaan kegiatan.

F. PEMIMPIN

Kegiatan proyek inovasi sekolah ini dipimpin oleh coach, yaitu: IRINE PUSPITA, guru SLB Negeri Subang. Kepala SLB Negeri Subang mengetahui kegiatan ini.

G. SUMBER DAYA

Sumber daya yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah:

1. Alat tulis (spidol besar).

2. White board.

3. Buku sumber.

4. Kurikulum.

5. Media pembelajaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: