TEMA PEMBELAJARAN

Ada 21 tema atau bisa juga lebih dari jumlah tersebut, yang ditawarkan pada guru saat menyusun Matrik Konsistensi Kompetensi Dasar, Materi Pokok Pembelajaran dan Indikator. Matrik Konsistensi Kompetensi Dasar, Materi Pokok Pembelajaran dan Indikator merupakan salah satu langkah yang harus diselesaikan guru pada saat menyusun program pembelajaran tematik. Tema apapun sangat menarik untuk diangkat, semuanya dimaksudkan untuk memberikan daya tarik bagi siswa dalam proses pembelajaran. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (2007: 49) menerangkan, bahwa tema merupakan alat atau wadah untuk mengenalkan berbagai konsep kepada anak didik secara utuh. Tema diberikan dengan maksud menyatukan isi kurikulum dalam satu kesatuan yang utuh, memperkaya perbendaharaan bahasa anak didik, dan membuat pembelajaran lebih bermakna. Penggunaan tema dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas.

Sulitkah memilih tema? Tentu saja tidak. Mungkin yang lebih membutuhkan daya kreativitas dan imajinasi guru, adalah menyusun tema ke dalam bahan ajar dan program RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang tepat dan tidak memaksakan. Hal ini membutuhkan latihan dan keberanian guru. Sering terjadi tema yang dipilih guru berkisar pada tema-tema dengan tingkat kesulitan rendah. Terutama tingkat kesulitan dalam berimajinasi dan berkreativitas. Alhasil, tema diri sendiri, keluarga, lingkungan, tempat umum, tumbuhan, binatang, adalah tema favorit yang sering dipilih guru. Tidak salah, sebab pemilihan tema juga disesuaikan dengan kondisi yang mudah dipahami bagi anak. Perlu dipahami, bahwa pada saat guru menentuan tema hendaknya ia memperhatikan prinsip-prinsip:
1. Kedekatan, artinya tema hendaknya dipilih mulai dari tema yang terdekat dengan kehidupan anak ke tema yang semakin jauh dari kehidupan anak.
2. Kesederhanaan, artinya tema hendaknya dipilih mulai dari tema-tema yang sederhana kepada tema-tema yang lebih rumit bagi anak.
3. Kemenarikan, artinya tema hendaknya dipilih mulai dari tema-tema yang menarik minat anak kepada tema-tema yang kurang menarik minat anak.
4. Keinsidentalan, artinya peristiwa atau kejadian di sekitar anak (sekolah) yang terjadi pada saat pembelajaran berlangsung hendaknya dimasukkan dalam pembelajaran walaupun tidak sesuai dengan tema yang dipilih pada hari itu.
Dengan memahami prinsip-prinsip pemilihan tema, diharapkan guru mampu memilih tema yang benar-benar tepat bagi anak dalam menanamkan sebuah konsep. Untuk menentuan tema, ada langkah-langkah yang harus dilakukan guru yaitu:
1. Mengidentifikasi tema yang sesuai dengan hasil belajar dan indikator dalam kurikulum.
2. Menata dan mengurutkan tema berdasarkan prinsip pemilihan tema.
3. Menjabarkan tema ke dalam sub-tema agar cakupan tema tidak terlalu luas.
4. Memilih sub tema yang sesuai.

Sebagai saran bagi guru kelas persiapan atau guru kelas dasar, tema-tema yang dapat dikembangkan dalam menanamkan konsep antara lain adalah tema diri sendiri, alam, keluarga, lingkungan, binatang, tumbuhan, rekreasi, pekerjaan, dan alat komunikasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: