PENILAIAN PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Penilaian dalam KTSP menganut prinsip berkelanjutan dan komprehensif guna mendukung upaya memandirikan siswa untuk belajar, bekerja sama, dan menilai diri sendiri. Penilaian bukan menghakimi siswa, tetapi untuk mengetahui perkembangan pengalaman belajar siswa. Untuk itu kegiatannya dilakukan secara komprehensif dan seimbang antara penilaian proses dan hasil. Posisi guru sebagai constructive evaluators yang merefleksikan bagaimana siswa belajar, bagaimana siswa menghubungkan apa yang mereka ketahui dengan berbagai konteks, dan bagaimana perkembangan belajar siswa dalam berbagai konteks belajar. Melalui penilaian siswa memperoleh kesempatan untuk dapat mengembangkan penilaian diri (self assessment) dan penilaian sesama (peer assessment). Penilaian mengukur keterampilan dan performansi dengan kriteria yang jelas (performance-based) dengan berbagai alat secara berkesinambungan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Siswa, orang tua, dan sekolah memperoleh manfaat dari kegiatan penilaian untuk mendiagnosis kesulitan belajar, umpan balik pembelajaran, dan/atau untuk menentukan prestasi siswa.
Penilaian bagi peserta didik berkebutuhan khusus dalam aktivitas pembelajaran haruslah memperhitungkan tiga ranah (domain), yaitu ranah pengetahuan (kognitif), ranah sikap (afektif), dan ranah keterampilan (psikomotor). Ketiga ranah ini dinilai secara proposional sesuai dengan sifat materi pembelajaran yang akan dikenakan pada anak berkebutuhan khusus. Hal yang harus diperhatikan guru dalam melaksanakan aktivitas penilaian pembelajaran (Muslich, 2008: 92) adalah:
1. Memandang penilaian sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran.
2. Mengembangkan strategi pembelajaran yang mendorong dan memperkuat proses penilaian sebagai kegiatan refleksi (bercermin diri dan pengalaman belajar).
3. Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program pembelajaran untuk menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar siswa.
4. Mengakomodasi kebutuhan khusus siswa.
5. Mengembangkan sistem pencatatan yang menyediakan cara yang bervariasi dalam pengamatan belajar siswa.
6. Menggunakan penilaian dalam rangka mengumpulkan informasi untuk membuat keputusan tentang tingkat pencapaian siswa.
Dalam praktiknya, penilaian bagi peserta didik berkebutuhan khusus sangat beragam. Jenis dan model yang akan dipakai disesuaikan dengan kompetensi dan indikator hasil belajar yang ingin dicapai, tipe materi pembelajaran, dan tujuan penilaian itu sendiri. Ada dua jenis penilaian yaitu tes dan non-tes. Tes meliputi kegiatan tes lisan, tes tulis (uraian dan objektif), dan tes kinerja. Sedangkan non-tes meliputi skala sikap, checklist, kuesioner, studi kasus, dan partofolio. Keragaman penilaian tidak dimaksudkan memberikan keleluasaan guru untuk menerapkan dengan seenaknya jenis penilaian tertentu. Sebaliknya dengan adanya keragaman penilaian tersebut, guru dituntut lebih profesional dan bertanggung jawab ketika menentukan pilihan.

Sumber bacaan:
Daryanto. (2007). Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Majid, Abdul. (2008). Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan standar kompetensi guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Menteri Pendidikan Nasional. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 Tanggal 11 Juni 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan. Jakarta.

Muslich, Masnur. (2008). KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Jakarta: Bumi Aksara.

Rohani, Ahmad. (2004). Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Yamin, Martinis. (2007). Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: